To learn to read is to light a fire; every syllable that is spelled out is a spark - Victor Hugo

 

Komitmen kuat untuk memberi layanan terbaik dan terus meningkatkan kualitas.

 

Bersahabat dengan Psikotes

PrintEmail
Indri Astuti, Psi

Kalau saja Anda harus mengikuti psikotes dalam proses seleksi penerimaan karyawan baru, bagaimana Anda harus menyiapkan diri?

Kadang begitu cemasnya orang kalau diminta mengikuti psikotes. Ada yang jauh-jauh hari membeli buku “soal-soal psikotes” dan menghafalkan “jawaban”nya. Ada yang berhari-hari mencoba berlatih menggambar orang dan pohon supaya nanti gambarnya bagus seperti karya pelukis profesional. Ada yang menghubungi teman-teman yang sudah pernah “lulus” psikotes dan minta kiat cara mengerjakan soal (kemudian muncullah saran-saran yang belum tentu benar!). Ada juga yang kesana kemari mencari layanan “latihan tes” ke berbagai biro layanan psikologis, berharap bisa mendapat bekal kunci jawaban. Psikotes sudah seperti musuh besar, mereka mencari hal-hal yang dipikir akan bisa digunakan untuk menaklukkan si “psikotes”. 

Kalau Anda tidak mengidap gangguan kecemasan yang berlebihan, cobalah untuk tenang. Proses seleksi adalah kegiatan yang lumrah dilakukan untuk mendapatkan calon terbaik dari sejumlah calon yang tersedia. Proses itu diadakan justru untuk memberi kesempatan pada para pelamar untuk menunjukkan kualitasnya agar bisa diketahui mana yang sesuai dengan harapan. Jadi, psikotes dalam proses seleksi adalah adalah ajang dimana Anda diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi kemampuan Anda semaksimal mungkin. Oleh karena itu, fokuslah pada hal-hal yang akan membuat Anda nanti cukup nyaman, tenang untuk mengerjakan tugas, serta dapat berpikir jernih. Jangan membebani diri dengan berbagai kecemasan.

Hal-hal berikut ini mungkin tampak sepele, tapi beginilah seharusnya tindakan yang tepat untuk mengikuti psikotes:

1. Memahami apa itu psikotes dan proses yang akan anda lalu

Dapatkan gambaran yang tepat tentang apa itu psikotes dari sumber-sumber yang bisa dipercaya misalnya dari kalangan kenalan yang kebetulan juga seorang psikolog, literatur, atau referensi dari internet yang bisa diandalkan. Proses psikotes memang bisa saja berbeda dari satu tempat dengan tempat lain, tapi biasanya ada sesuatu yang berlaku umum. Pemahaman ini akan membuat Anda tidak mengembangkan imajinasi sendiri yang keliru sehingga psikotes terasa lebih mencemaskan dari yang sebenarnya.

2. Mencari informasi yang memadai tentang penyelenggaraan psikotes

Biasanya penjelasan tentang penyelenggaraan psikotes sudah disertakan dalam pengumuman atau surat panggilan. Pastikan Anda mendapat informasi yang tepat tentang hari dan waktu. Periksa ketepatan informasi hari penyelenggaraan dengan kalender. Misalnya, jika tertera hari Selasa, 31 September 2013, tentu tidak tepat bukan? Tidak ada tanggal 31 dalam bulan September. Jadi, yang dimaksud apakah Selasa, 01 Oktober atau Senin 30 September? Tanyakan kepastiannya pada penyelenggara. Sedapat mungkin cari juga informasi tentang durasi penyelenggaraan psikotes, apakah 2-3 jam saja, atau hingga sehari penuh. Pastikan pula apakah Anda harus hadir jauh lebih awal karena ada proses registrasi. Anda pun harus mengetahui dimana lokasi penyelenggaraan secara jelas. Selain alamat, Anda perlu mengetahui di lantai berapa diselenggarakannya, di ruang apa/berapa. Kemudian pastikan Anda paham kelengkapan yang harus dibawa. Alat tulis apa saja? Apakah tersedia meja tes atau Anda harus membawa clipboard (papan kecil alas menulis)? Apakah Anda harus membawa pasfoto dengan ukuran tertentu? Apakah Anda harus membawa surat panggilan atau tanda identitas tertentu? Jika diberikan kesempatan, tanyakan juga pada panitia penyelenggara, hal-hal lain yang Anda anggap perlu diketahui. Kelengkapan informasi ini juga untuk mengurangi kecemasan Anda.

3. Menyiapkan kondisi fisik dan penampilan

Psikotes menghendaki Anda bekerja seoptimal mungkin, oleh karena itu minimalkan hal-hal yang bisa mengganggu. Pastikan kondisi fisik Anda cukup prima, cukupkan tidur pada hari-hari menjelang psikotes, dan jika perlu minum vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Sebelum psikotes, sempatkan sarapan meskipun biasanya Anda tidak biasa sarapan pagi (ingat, Anda tidak bisa ngemil saat tes berlangsung). Pilih pakaian yang rapi tapi cukup nyaman untuk bekerja dalam waktu panjang. Jangan menyulitkan diri sendiri dengan rok mini yang ketat, bahan pakaian yang panas, celana sepinggul yang akan melorot ketika Anda duduk (ini juga mengganggu peserta psikotes yang lain!), gelang yang bergemerincing, atau sepatu kesempitan yang membuat jemari kaki Anda kesakitan. Selain itu, kadang-kadang ruang tes ber-AC dingin, atau mungkin tempat duduk Anda tepat pada sasaran hembusan AC. Antisipasi dengan membawa blazer atau jaket yang cukup rapi. Jika tidak digunakan, Anda bisa meletakkannya di punggung kursi. Kalaupun diijinkan menggunakan pakaian bebas, sebaiknya tetap gunakan pakaian rapi. Jangan gunakan jeans dan T-shirt, atau beralas sandal misalnya. Bagaimanapun, Anda sedang mengikuti proses seleksi sehingga Anda pasti sedang menjadi target pengamatan.

4. Menyiapkan perangkat yang diperlukan

Jangan sampai Anda mendapat masalah karena perlengkapan yang Anda bawa kurang lengkap. Sudah pasti Anda harus selalu membawa tanda identitas. Bawa KTP asli dan fotokopinya, bawa juga seluruh dokumen terkait proses lamaran (surat panggilan, kartu peserta, pengumuman, bahkan berkas lamaran). Begitu pula alat tulis yang diperlukan, bolpen, penghapus tinta, pensil, karet penghapus, dan serutan pensil. Perhatikan pensil apa yang diminta, apakah 2B atau HB, atau jenis lain. Siapkan perangkat cadangan, jangan sampai Anda kebingungan ketika bolpen Anda tiba-tiba macet atau pensil Anda mendadak patah. Biasanya kecepatan kerja sangat diperlukan sehingga ketika macet atau patah, lebih baik Anda sudah siap dengan cadangan dan tidak membuang waktu untuk mengganti isi bolpen atau menyerut pensil. Bawa juga bekal makan siang dan minum karena kadang tidak disediakan. Kalau waktu istirahat singkat, daripada Anda mengambil risiko terlambat karena harus antri di tukang bakso, lebih baik Anda membawa bekal makan siang sendiri. Kepentingannya adalah Anda siap secara fisik agar bisa bekerja optimal, jadi abaikan rasa malu karena “sudah gede kok bawa nasi dari rumah”. Kalau kebetulan Anda sedang batuk, siapkan permen pelega tenggorokan untuk mengurangi gangguan. Oh ya, kalau ada hal lain yang Anda perlukan, seperti kacamata, tissue (kalau Anda sedang pilek), jangan lupa untuk membawanya.

5. Hadir lebih awal

Selain untuk memastikan Anda tidak terlambat, hadir lebih awal juga membuat Anda sempat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Setidaknya ini akan mengurangi ketegangan. Jika Anda hendak membawa kendaraan sendiri, pastikan dulu beberapa hari sebelumnya apakah cukup mudah mencari tempat parkir di sana. Ingat, kadang peserta tes bisa mencapai puluhan hingga ratusan orang. Jangan sampai Anda terlambat hanya karena berputar-putar mencari tempat parkir. Jika memungkinkan, lebih baik tidak usah membawa kendaraan sendiri. Kalau ada, mintalah kerabat Anda untuk mengantar dan meninggalkan Anda di tempat psikotes.

6. Mengikuti proses registrasi dengan baik

Kadang-kadang sebelum psikotes ada proses registrasi dahulu. Perhatikan penjelasan yang diberikan, mungkin Anda diminta mengantri dan menyiapkan sesuatu (misalnya KTP, surat panggilan, atau kartu peserta). Siapkan selagi Anda mengantri, sehingga di meja registrasi Anda tidak lagi sibuk mencari-cari dari tas dan kebingungan ketika yang dicari terselip di antara barang-barang lain. Jangan keliru memberi data pada petugas registrasi dan perhatikan dimana ruang tes Anda, jangan sampai keliru masuk ruangan.

7. Duduk dengan nyaman, rapikan barang bawaan

Ikuti petunjuk dimana Anda harus duduk. Kadangkala kursi sudah diberi nomor, kadang sekedar berurut, atau bebas memilih. Duduklah dengan nyaman, matikan fungsi dering alat komunikasi dan rapikan barang bawaan Anda. Biasanya instruktur tes tidak menghendaki ada banyak benda di meja Anda karena akan merepotkan Anda sendiri ketika mengerjakan tes. Jika tas Anda diletakkan di bawah, upayakan tidak mengganggu ruang untuk petugas melintas. Kalau sekiranya tempat duduk Anda benar-benar akan mengganggu proses kerja Anda, misalnya kaki kursinya timpang sekali, atau Anda sedang flu dan tidak tahan hembusan AC, atau Anda tidak bisa melihat papan tulis (atau layar proyektor) dengan jelas karena terhalang pilar ruangan, mintalah ijin dengan sopan pada instruktur untuk pindah tempat duduk sebelum tes dimulai.

8. Dengarkan uraian pembukaan dengan baik

Pada intinya, Anda harus mendengarkan dengan seksama semua informasi yang diberikan instruktur atau panitia penyelenggara. Catat hal-hal yang penting seperti tanggal pengumuman hasil, tempat pengumuman, dan sebagainya. Jangan hanya mengandalkan ingatan. Catat di tempat yang akan dapat tersimpan baik. Jangan hanya dicatat dibalik karcis tol misalnya. Kalau ada yang tidak jelas atau ada informasi tambahan yang Anda butuhkan, jangan ragu untuk bertanya. Jangan menunda hingga tes berakhir, bisa saja Anda lupa, atau instruktur sudah sibuk menata berkas-berkas yang terkumpul. Biasanya peserta akan diberi kesempatan bertanya, gunakanlah sebaik-baiknya.

9. Dengarkan petunjuk umum psikotes

Menjelang pelaksanaan psikotes, biasanya dijelaskan dulu secara umum seperti apa kegiatan yang akan dilakukan, alat tulis apa yang akan digunakan, dan “aturan main” yang akan digunakan. Perhatikan baik-baik. Ingat bahwa dalam psikotes, semua peserta diusahakan dapat bekerja optimal, oleh karena itulah dibuat beberapa “aturan main” yang intinya untuk menjadikan proses kerja berjalan baik. Misalnya saja, bagaimana cara materi tes dibagikan dan dikumpulkan, bagaimana cara mengganti jawaban yang salah, dan sebagainya. Jangan berasumsi ada aturan-aturan yang sengaja dibuat-buat sehingga tidak ada salahnya jika dilanggar. Sekali lagi, ingat bahwa proses ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas Anda, bukan hanya kemampuan intelektual tapi juga sikap kerja.

10. Dengarkan instruksi tes hingga paham betul

Psikotes biasanya terdiri dari serangkaian tugas yang masing-masing diawali dengan penjelasan cara mengerjakannya. Selalu dengarkan baik-baik dan pahami betul apa yang dikehendaki. Meskipun Anda barangkali sudah berkali-kali menghadapi tes serupa, jangan pernah berasumsi Anda sudah tahu dan tidak perlu lagi mendengarkan. Tetap dengarkan petunjuknya, mungkin saja ada sedikit perbedaan. Jika ada yang belum jelas, jangan ragu atau malu untuk bertanya.  Anda harus bekerja optimal, sehingga sudah pasti Anda harus tahu dulu apa yang mesti dilakukan. Tugas-tugas dalam psikotes kadang ada yang waktunya dibatasi (sehingga mungkin saja tidak semua peserta bisa menyelesaikan seluruh soal), ada yang harus dikerjakan hingga tuntas. Jika tidak diberi penjelasan, Anda bisa menanyakannya. Tidak perlu harus sampai diperoleh jawaban rinci hingga berapa menit waktu yang diberikan, yang penting Anda bisa mendapat gambaran bagaimana Anda nanti harus bekerja. Tapi informasi alokasi waktu ini jangan justru membuat Anda cemas dan bekerja ngebut tidak karuan.

11. Mulai dan akhiri bekerja sesuai waktu yang ditentukan

Biasanya kapan dimulai dan berakhirnya tes didahului aba-aba dari instruktur. Jangan mencuri start, dan jangan mengulur-ulur waktu menyerahkan hasil kerja untuk bisa meneruskan soal yang belum selesai dikerjakan. Pertama, mencuri waktu adalah sebuah pelanggaran dan tentu bukan perilaku yang diharapkan dari calon karyawan. Di dalam psikotes, instruktur dan pengawas biasanya juga membuat catatan observasi. Kalaupun Anda tidak ditegur, mungkin saja perilaku Anda sudah masuk dalam catatan mereka. Kedua, jika jumlah pesertanya banyak, biasanya berkas dikumpulkan dengan cara estafet. Jika Anda masih mencuiri-curi waktu untuk bekerja, jalannya estafet akan terhambat dan Anda memperlambat keseluruhan proses. Ketiga, Anda akan menjadi terburu-buru, gugup, dan tidak sempat memanfaatkan jeda waktu untuk menjernihkan pikiran guna mengikuti tugas berikutnya. Keempat, belum tentu “curian kerja” Anda memberi nilai tambah. Kadang-kadang ada tugas yang memang rata-rata orang tidak bisa menyelesaikannya hingga tuntas. Jadi, buat apa ambil risiko kalau konsekuensi negatifnya lebih banyak. Bekerja saja sesuai petunjuk yang diberikan, Anda akan merasa lebih nyaman. Dan jangan terganggu dengan sekitar, Anda tidak perlu tergoda untuk “mengintip” hasil kerja peserta lain, kita tidak tahu jawaban siapa yang benar dan siapa yang salah. Curi-curi “mengintip” juga akan menyita waktu. Hal lain lagi, jika Anda tidak melakukan pelanggaran, jangan cemas jika pengawas melintas atau memperhatikan Anda bekerja. Biasanya mereka hanya sekedar memastikan bahwa setiap peserta sudah bekerja dengan benar.

12. Dengarkan uraian penutup dengan baik

Meskipun kegiatan sudah selesai, dengarkan baik-baik uraian penutup yang diberikan instruktur atau panitia. Biasanya instruktur akan mengingatkan kembali sejumlah informasi yang penting, di sini Anda bisa memeriksa kembali catatan Anda. Jika tidak diinformasikan, jangan lupa tanyakan tindak lanjut dari kegiatan ini supaya Anda tidak melewatkan hal-hal penting, atau pulang masih dengan tanda tanya.

Cukup sederhana bukan? Tapi justru hal-hal sederhana inilah yang acapkali diabaikan peserta sehingga mereka justru menjadikan proses psikotes berjalan kurang lancar. Tunjukkan sikap kooperatif Anda di keseluruhan penyelenggaraan psikotes.

Jadi, perlukah kita “latihan tes”? Biasanya psikotes tidak membutuhkan latihan. Soal-soalnya hanya mengandalkan logika saja. Tugas-tugas seperti menggambar cukup dikerjakan semampu Anda bisa karena bukan untuk melihat ketrampilan menggambar. Tugas-tugas memilih ciri pribadi cukup Anda jawab sesuai keadaan sebenarnya. Jadi, dengan menjadi diri sendiri sudah cukup untuk modal Anda mengikuti psikotes.